Superman Logo Pointer

Senin, 30 Desember 2013

Yang paling mahal

Aku kehilangan apa yang aku butuhkan disaat aku sedih. Aku memang mempunyai sebuah guling, tetapi guling empuk ku itu tidak punya tangan serela kamu juga tak bisa menggantikan senyummu. Akupun sempat salah menilai, banyak mainan didunia ini tapi hatimu bukanlah salah satunya. Hampa. Entah dimana akan aku temukan apa yang aku rindukan. Aku kehilangan.
Ku temukan sesuatu yang baru, ia adalah elok yang paling penuh akan ketulusan . Banyak senyum bahagia terurai namun tak seindah senyumku saat bersamamu. Sampai hampir mual aku dibuatnya, perhatian perhatian kecil yang ia berikan begitu menenangkan namun tak sanggup menggantikan. Dengan sedikit kepura-puraan, aku bisa membuatnya tersenyum. Dengan sandiwara, aku bisa membuatnya percaya. Namun cinta butuh isyarat adanya dan ia memiliki hukum sendiri seperti apa yang dikatakan orang yaitu karma. Dengannya, aku mengerti apa arti makmur. Mengapa? Karena apa yang aku inginkan, ia selalu sangggup berikan. Entah, mungkin ia melihatku sebagai bidadari AXE sehingga ia selalu melihatku sempurna dimatanya. Namun aku rindu kesederhanaan. Aku rindu dikala aku butuh atau ingin pergi kesuatu tempat dengan kekasihku, aku atau bahkan kita mengabulkannya dengan usaha bukan rengekan. Ia bisa menuruti apa yang aku minta kecuali waktu. Barang bisa dibeli dengan uangnya, sekalipun itu iPhone generasi ke 8 atau bahkan 10. Tetapi tidak dengan kesibukannya, buatku lebih penting mencari kutu dibulu kucing daripada mengerjakan kesibukan-kesibukannya.

...


Aku mencintaimu, entah darimana aku mendapat kekuatan itu. Aku tau ini hal yang tidak mudah untuk membuatmu yakin, terlebih mereka. Kau boleh melihatnya (dibaca: kesalahan-kesalahan yang sudah berlalu). Sekarang siapa sangka kau kembali datang ke hati ini? Kau boleh melihatku sebagai orang yang gila harta semenjak menjalin hubungan dengan sesosok pria itu. Kuakui kemapanannya, tapi kau... kau adalah yang handal dalam urusan tatap menatap, kau juga yang piawai mengusir lara, dan menerjangku dengan sejuta perbendaharaan kata. Kini, aku ingin senyummu disetiap waktu yang kumiliki. Aku ingin suaramu disetiap sunyi yang ku hadapi. Aku ingin matamu ditiap hebat apa yang kulakukan. Aku ingin tawamu disetiap esok yang kupunya.
Sayang, aku lupa letaknya hati. Yang kuingat ada didengkul, rela kupakai untuk berlutut minta senyummu. Aku rela bila itu jatuh ditengah jalan lalu terinjak roda hidupmu. Kau memang tak selalu mengabulkan apa yang ku minta tapi setidaknya kamu adalah apa yang selalu ada, pula sedih menerpa... pundak dan pelukmu akan segera tiba. Aku sadar, waktu lebih mahal dari boneka, baju, cokelat, ice cream, Xbox maupun iPhone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar