Aku adalah seseorang yang tidak baik, lalu Tuhan mendatangkan orang lain yang lebih baik untuk membantu kekasihku menyakitiku secara baik-baik. Aku senang membuatmu tersenyum, tapi kamu lebih senang tersenyum tanpa aku. Itulah cara yang pernah kamu jelajahi sendiri untuk pergi dan yakin akan bahagia jika tanpa aku.
Lupa atau bahkan tidak ingat sama sekali? aku adalah apa yang pernah kamu perjuangkan secara mati-matian. Jujur saja, semenjak kamu pergi cinta jadi aneh bentuknya. Tergambar kecil dari mata yang bengkak. Sempat, kamu sempat sanggup mencintaiku tapi takut mengakuinya. Juga, seringkali saat kau marah lalu lupa perasaanku. Kau keraskan hatimu, aku remuk didalamnya.
Seiring berjalannya waktu aku rasa kamu sangat sanggup dan sangat handal mengenali duniamu sendiri tanpa adanya aku disampingmu. Akupun memilih untuk belajar perlahan melepas kamu, melupakan kamu, memasa bodo kan apapun tentang kamu. Meski sangat sulit, aku tetap berusaha karena melihatmu begitu mudah melalui itu semua.
Kita melalui hari secara berjauhan, terasa sama walau dengan orang yang berbeda. Aku tak tahu menahu kabarmu, begitupun sebaliknya. Kadang aku ingin kamu menjadi kita lagi, tapi semua sirna setelah aku melihat kebelakang. Apa harus sesederhana kah itu untuk aku bangkit dari semua ini? Yaitu, bilang saja kamu tidak mencintaiku dan anggap aku tak pernah ada! aku pernah mengatakan padamu, entah kamu lupa atau menolak lupa "Aku tidak hanya mencintaimu dengan sangat, tapi aku juga mampu menyayangi mereka. Keluargamu" namun kini, entah bagaimana aku mendeskripsikannya, yang jelas jarak diantara kita mengahncurkan semua kenangan kenangan manis sehingga menimbulkan celah yang jelas bisa dimasuki dnegan kenangan manis yang baru.
Setengah tahun berlalu, aku masih merasa mampu tanpa kamu. Sangat mampu namun belum terbiasa. Ketika saatnya aku menyadari kamu telah menjalin hubungan dengan orang lain. Entah sudah sampai tahap berapa, aku tidak ingin mengetahuinya. Sungguh, aku muak. Aku memilih beranjak pergi. Aku merasa sudah melupakanmu, namun mengapa begitu pedih ketika aku tau kamu sudah benar benar berani untuk menjalin hubungan dengan orang lain yang bukan aku. Aku tidak tahu apa yang sedang kau rencanakan demi kita berdua, itu disaat kau melewati malam dengan dirinya. Dulu, kamu yang membangunkanku tidur, sekarang mimpi buruk yang melakukannya. Aku memafkan tapi tak sanggup meupakan. Inikah yang disebut luka?
...
"Kita mulai dari awal lagi ya"
Hari demi hari kita lalui bersama kembali, bukan dengan janji namun kebaikan dan kekuatan yang dilalui. Setahun berpisah mungkin sedikit bisa melupakan kesalahan-kesalahannya yang sudah lampau. Luka dihubungan kita dulu, kini berangsur pulih diisi oleh apa yang disebut cinta. Ku bawa kau kedalam doa agar apa yang pernah terjadi sebelumnya akan tergantikan dengan sesuatu yang bahagia. Sekarang, semua terasa seperti kemanapun akan ku cari, sampai kapanpun akan ku nanti, rindu tidak mengukur jumlah, karena kita benci angka seperti kita tidak tahu jumlah rambut kita sendiri, jangan tanya mengapa kita kembali dan bisa seperti ini, sebab cinta akan selalu menjadi jawabannya.
atau seperti Aku cinta masalaluku, walau ia pernah berlalu mencintaiku, aku masih selalu mencintainya.
Percayalah sayang! Walau pernah aku hinggap dipohon seberang, sayapku tetap mengepak ingin selalu bergegas pulang ditengah biru yang kian perlahan hilang dan kau sempat bahagia walau kita tidak dipohon yang sama, pula bersama sayap sayap yang lain. Jadi, tolong! jangan kau haramkan tenagaku yang telah terbang membanting tulang. Hanya demi dirimu yang selalu aku sayang diantara segala sarang.
Setahun perpisahan kita membuat aku mengenal siapa kamu sesungguhnya. Maka, bila suatu hari kau amnesia dan lupa pada dirimu sendiri. Kau boleh tanya padaku, aku ingat banyak yang baik tentang dirimu.
Dulu maupun sekarang, aku adalah kamu dan kamu adalah kita. Ada sesuatu yang mengembalikan kebahagiaan kita; waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar