Superman Logo Pointer

Senin, 29 Juli 2013

(bukan) Kita.

Ingatkah kamu? kita pernah ada diposisi sangat bahagia dan baik baik saja. Sulit untuk mendesripsikan rasa nyaman yang saat itu kurasakan. Sepertinya kata "kita" belum cukup pantas untuk aku dan kamu, karena aku merasa sangat bodoh pada saat itu tidak meminta status dan kejelasan darimu. Iya, aku terlalu jatuh dalam rasa nyaman.
Rinduku bergetar, degup jantungku melantunkan namamu, mimpiku juga selalu tentang kamu. Benarkah aku ini sedang merasa kehilangan? Kamu ada tapi tak ada. Seusai perbincangan tentang perbedaan diantara kita. Kamu memilih untuk pergi dengan cara menghilang perlahan. Padahal kita belum sama-sama memperjuangkan. Aku percaya, dalam kebahagiaan terselip sebuah tangisan begitupun sebaliknya.
Dipertemuan terakhir kita, kamu masih lah sama seperti kamu yang lalu. Melakukan kebiasaan membelai rambutku, menarik hidungku hingga kemerahan, membenarkan posisi dudukku, sampai membukakan bungkus permen yang hendak kumakan.
Bintang bintang menari indah dimalam itu, aku tahu matamu sangat terjaga untuk memastikan tak ada air mata yang keluar dari mataku.
     "Tak ada sesuatu hal  yang ingin kamu tanyakan?" Tanyaku dalam pelukmu.
     "Sudah terkuras kah rasa rindumu malam ini?"
     "Hingga pagi menjelang, akan kupastikan rindu ini tak akan pernah habis"
     "Akupun merasakan hal yang sama."
     "Lalu apa yang harus dipertanyakan?"
     "Apakah harus kita selalu bersama dengan satu perbedaan yang menghalangi kita?"
Mendengar tanyamu, tangisku tak terbendung. Bayanganku sebelumnya tak seperti ini, aku berharap kamu akan tetap memilih disampingku dengan segala perbedaan kita. Malam itu juga aku terakhir merasakan teduh dalam pelukan. Kamu pernah mengatakan "aku mencarimu ketika kamu menghilang tanpa kabar karena aku menganggapmu penting" setelah kejadian malam itu. Aku selalu mencoba untuk tak peduli apapun tentang kamu, berharap ada pesan singkat masuk dihandphone ku dari seorang lelaki yang mencariku karena aku tak mengabarinya. Nyatanya semua hanya harapan, pesan singkat yang kudapat hanyalah sebuah pesan singkat dari operator. Aku hampir gila, apapun yang kulihat selalu ada hubungannya dengan kamu. Atau hanya aku yang terlalu mendramatisir? Semenjak rindu ini menghampiriku, aku hanya bisa mendengarkan lagu yang biasa kita dengarkan berdua, meminum minuman yang biasa kamu minum, selau meneteskan airmata setiap menonton film yang pernah kita tonton berdua sekalipun itu film horor.. Didalam selimut aku berharap ada kamu yang selalu menatap mataku. Mataku terpejam, sebelum terlelap ada air mata kerinduan dan penuh harapan.
"Seusai aku latihan paduan suara digereja, aku akan segera menjemputmu. Jangan tinggalkan 4rakaatnya, ya!" aku mengharapkan ada sebuah suara dibalik telepon mengatakan itu seperti yang biasa aku dengar setiap hari Rabu jam 3 sore.

Pagi datang sama seperti hari kemarin, masih tanpa kamu. Tirai kamar kubuka dengan harapan, aku ataupun kamu akan mempunyai jalan keluar kedepan yang dapat kembali menyatukan. Kini kamu adalah kamu dengan agamamu dan hidupmu, aku adalah aku dengan agamaku, pilihanku dengan hidupmu.
Semoga kita selalu patuh dan taat pada agama kita masing-masing.

1 komentar: