Setahun yang lalu, kamu merengek
meminta sesuatu yang sederhana kepadaku tapi aku malu untuk memberinya, padahal
hanya sebuah pesan singkat beruba suara yang diisi sebagai nyanyian serta
ucapan ulang tahun.
Waktu
berlalu begitu cepat, pertemuan dan perpisahan berganti-ganti seperti pakaian
yang melekat pada tubuh kita. Kamu telah bertumbuh menjadi pria yang bertambah
dewasa. Sungguh, aku masih tak percaya. Apakah kamu masih menjadi lelaki baik
yang selalu ku tunggu kedermawanannya? Apakah kamu masih menjadi laki-laki
dengan senyum manis yang selalu ku tunggu keindahannya? Apakah kamu masih orang
yang memanfaatkan kesederhanaan sebagai sarana mencapai kebahagiaan? Tolong
jangan ceritakan apapun tentang setahun kebelakang hidupmu tanpa aku. Aku
percaya dan teguh dalam yakin bahwa kamu baik-baik saja dan selalu bahagia,
karena perihal itulah yang sering kurapal dalam doa.
Kamu
yang ku kenal hanya dengan waktu yang sebentar namun telah mengenalkan ku
segala rasa. Dari rasa canggung, salah tingkah, malu, bingung, bahkan berbohong
pada diri sendiri. Sosokmulah salah satu yang memacu aku bercerita lewat puisi.
Semua seperti mimpi, sulit diputar kembali. Kita adalah cerita didalam kaset
yang rusak, yang tak tahu endingnya karena berhenti ditengah cerita.
Menggantung. Tapi begitu terkesan. Sayang apa yang dulu kita impikan dan
disusun rapih menjadi rencana kini tinggal wacana.
Diumurmu
yang kian bertambah, aku lupa berapa yang jelas berkepala dua. Aku hanya ingin
mendoakan cita-cita dan harapanmu yang dulu sempat kau ceritakan. Kamu bilang,
kamu akan menjadi sarjana ekonomi dan aku sarjana hukum bila disatukan kita
akan menghukum para koruptor yang menyalah gunakan ekonomi. Tak ingatkah kamu?
Begitu lucu kalau melihat kenyataan yang ada. Dulu aku sempat ingin
memperjuangkan kamu, aku hanya tahu bahwa perasaanku begitu unik dan
menyenangkan. Dibalik ingatan yang ada, menyedihkan memang kalau aku selalu
mengingat banyak hal yang tak sepenuhnya kamu ingat. Sempat aku hampir
frustasi, mengapa kejadian yang indah, seringkali tak bisa terulang?
Ada
yang perlu kamu tahu. Itu hanya sepenggal ingatanku tentang kita dulu. Bila
suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini, aku ingin memberi tahu.. Aku kini
memiliki kekasih hati yang ku pilih berdasarkan kenyataan dan kejelasan. Aku
menyayanginya, banyak rencana yang kususun rapih dengannya. Semoga tidak menjadi
wacana seperti apa yang kita lakukan dulu. Dia lelaki yang baik, sangat
menjagaku. Dia juga mempunyai senyum manis walau belum mengalahkan manisnya
senyum yang kamu miliki. Tapi jangan geer! Kamu kali ini hanya menang soal
senyum manis, bukan soal kasih sayang. Aku mencintainya karena ia memperjuangkanku
dengan sungguh-sungguh. Bukan sekedar kata atau rencana. Apa kabar kamu disana?
Sudahkah memiliki tambatan hati yang baru? Jika belum, bukan kah kamu adalah
lelaki yang pandai merangkai kata? Mana ada wanita yang tidak tertarik padamu.
Bukankah banyak wanita yang selalu mempersembahkan selamat paginya kepadamu?
Bukankah banyak wanita yang rela watktunya terbuang hanya demi menemani kamu
melakukan aktivitas mu yaitu bermain game dan tidur seharian?
Sekali
lagi. Ku ucapkan selamat ulang tahun. Jangan jadikan kepergianmu sebagai alasan
mengapa kamu tidak tersenyum lagi. Selamat bertambah dewasa!
Aku yang pernah menjadi
Sebagian wacana mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar