Superman Logo Pointer

Selasa, 28 Januari 2014

Selamat Ulang Tahun.

Setahun yang lalu, kamu merengek meminta sesuatu yang sederhana kepadaku tapi aku malu untuk memberinya, padahal hanya sebuah pesan singkat beruba suara yang diisi sebagai nyanyian serta ucapan ulang tahun.
                Waktu berlalu begitu cepat, pertemuan dan perpisahan berganti-ganti seperti pakaian yang melekat pada tubuh kita. Kamu telah bertumbuh menjadi pria yang bertambah dewasa. Sungguh, aku masih tak percaya. Apakah kamu masih menjadi lelaki baik yang selalu ku tunggu kedermawanannya? Apakah kamu masih menjadi laki-laki dengan senyum manis yang selalu ku tunggu keindahannya? Apakah kamu masih orang yang memanfaatkan kesederhanaan sebagai sarana mencapai kebahagiaan? Tolong jangan ceritakan apapun tentang setahun kebelakang hidupmu tanpa aku. Aku percaya dan teguh dalam yakin bahwa kamu baik-baik saja dan selalu bahagia, karena perihal itulah yang sering kurapal dalam doa.
                Kamu yang ku kenal hanya dengan waktu yang sebentar namun telah mengenalkan ku segala rasa. Dari rasa canggung, salah tingkah, malu, bingung, bahkan berbohong pada diri sendiri. Sosokmulah salah satu yang memacu aku bercerita lewat puisi. Semua seperti mimpi, sulit diputar kembali. Kita adalah cerita didalam kaset yang rusak, yang tak tahu endingnya karena berhenti ditengah cerita. Menggantung. Tapi begitu terkesan. Sayang apa yang dulu kita impikan dan disusun rapih menjadi rencana kini tinggal wacana.
                Diumurmu yang kian bertambah, aku lupa berapa yang jelas berkepala dua. Aku hanya ingin mendoakan cita-cita dan harapanmu yang dulu sempat kau ceritakan. Kamu bilang, kamu akan menjadi sarjana ekonomi dan aku sarjana hukum bila disatukan kita akan menghukum para koruptor yang menyalah gunakan ekonomi. Tak ingatkah kamu? Begitu lucu kalau melihat kenyataan yang ada. Dulu aku sempat ingin memperjuangkan kamu, aku hanya tahu bahwa perasaanku begitu unik dan menyenangkan. Dibalik ingatan yang ada, menyedihkan memang kalau aku selalu mengingat banyak hal yang tak sepenuhnya kamu ingat. Sempat aku hampir frustasi, mengapa kejadian yang indah, seringkali tak bisa terulang?
                Ada yang perlu kamu tahu. Itu hanya sepenggal ingatanku tentang kita dulu. Bila suatu saat nanti kamu membaca tulisan ini, aku ingin memberi tahu.. Aku kini memiliki kekasih hati yang ku pilih berdasarkan kenyataan dan kejelasan. Aku menyayanginya, banyak rencana yang kususun rapih dengannya. Semoga tidak menjadi wacana seperti apa yang kita lakukan dulu. Dia lelaki yang baik, sangat menjagaku. Dia juga mempunyai senyum manis walau belum mengalahkan manisnya senyum yang kamu miliki. Tapi jangan geer! Kamu kali ini hanya menang soal senyum manis, bukan soal kasih sayang. Aku mencintainya karena ia memperjuangkanku dengan sungguh-sungguh. Bukan sekedar kata atau rencana. Apa kabar kamu disana? Sudahkah memiliki tambatan hati yang baru? Jika belum, bukan kah kamu adalah lelaki yang pandai merangkai kata? Mana ada wanita yang tidak tertarik padamu. Bukankah banyak wanita yang selalu mempersembahkan selamat paginya kepadamu? Bukankah banyak wanita yang rela watktunya terbuang hanya demi menemani kamu melakukan aktivitas mu yaitu bermain game dan tidur seharian?

                Sekali lagi. Ku ucapkan selamat ulang tahun. Jangan jadikan kepergianmu sebagai alasan mengapa kamu tidak tersenyum lagi. Selamat bertambah dewasa!

                                                                                                    Aku yang pernah menjadi
                                                                                                        Sebagian wacana mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar