Superman Logo Pointer

Sabtu, 10 November 2012

Harapan Dalam Penyesalan


Aku tak akan pernah menyalahkan Tuhan
Aku juga tak akan pernah mau menggurui tuhan
Biarpun Tuhan telah mengirimmu untuk melukai hatiku
Memang!
Memang aku diizinkan oleh tuhan untuk merasakan indahnya disayang.
Namun, apakah tak ada orang lain yang lebih pantas untuk kusayang?
Apakah tak ada orang yang lebih ingin memperdulikan perasaanku?
Terlalu cepat untuk aku merasakan di tak pedulikan, dicampakan, bahkan dibuang secara Cuma-Cuma.
Jika memang ada rencana tuhan selanjutnya untukku, semoga saja itu tidak menyangkut tentangmu lagi.
Lebih dari muak, aku memang tidak mampu bersumpah namun aku akan berprinsip bahwa aku tak akan mau tahu apa-apa tentangmu lagi.

Akulah rumahmu........


Kau lelah? Kau bosan berada didalam rumah?
Bermainlah.
Aku tak akan pernah merasa keberatan untuk melepaskanmu walaupun sesekali aku merasa kesepian.
Jika anak berumur 5tahun bermain disiang bolong dengan tidak menggunakan sendal masih tau dan masih ingat jam pulang meski harus diomeli terlebih dalulu oleh ibunya.
Mengapa kamu tidak? Meski aku harus setia mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak aku keluarkan kepadamu.
Jika kamu tak tau kemana lagi kamu akan pergi.
Pulanglah!
Akulah rumahmu.
Karena aku rumahmu, aku takpernah mau menjadi ibu mu yang harus memaksamu untuk pulang kerumah :’)